twitter
rss


Pencatatan transaksi ke dalam jurnal khusus pada dasarnya sama dengan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal umum. Langkah pertama kita harus mampu menentukan akun mana yang harus didebet dan akun mana yang harus dikredit dengan tepat. Perbedaan terletak pada teknis pencatatan, sehubungan dengan bentuk dan fungsi buku jurnal khusus yang berbeda. Untuk jelasnya, amati dengan seksama contoh pencatatan transaksi ke dalam setiap jurnal khusus dan cara mengerjakan posting ke dalam buku besar berikut ini. 


a.   Pencatatan Transaksi ke dalam Jurnal Pembelian
            Jurnal pembelian (Purchases Journal) berfungsi sebagai tenpat mencatat transaksi pembelian barang (barang dagangan, peralatan, perlengkapan, dan barang lainnya) yang dilakukan dengan pembayaran kredit. Bukti transaksi yang menjadi sumber pencatatan dalam jurnal pembelian ialah faktur yang diterima dari pihak lain (faktur pembelian). Pemindahbukuan data jurnal pembelian dan data buku jurnal khusus lainnya ke buku besar dilakukan secara periodic, biasanya pada tiap akhir bulan.
            Bentuk buku jurnal pembelian biasanya disesuaikan dengan keperluan sehingga pertimbangan untuk menyediakan bentuk jurnal pembelian yang akan digunakan harus disesuaikan dengan transaksi pembelian kredit yang sering dilakukan. Artinya akun-akun buku besar yang terkait dengan transaksi pembelian kredit yang sering terjadi harus disediakan satu kolom khusus. Misalnya harus ada satu kolom khusus untuk akun Hutang Dagang mengapa????. Dalam perusahaan jasa sering dilakukan pembelian perlengkapan secara kredit sehingga buku jurnal pembeliaan disediakan sebagai berikut: 

Keterangan:
v  Kolom tanggal diisi tanggal terjadinya transaksi pembelian secara berurut
v  Kolom nomor faktur diisi dengan nomor faktur yang diterima dari pihak penjual (pemasok), sehingga nomor di dalam kolom ini tidak berurutan.
v  Kolom nama kreditur, diisi dengan nama penjual. Dalam hal perusahaan mempunyai beberapa kreditur untuk tiap kreditur disediakan satu akun (rekening) khusus dalam buku besar pembantu hutang.
v  Kolom referens (Ref) diisi dengan tanda (check mark) setelah data yang bersangkutan  dicatat dalam buku pembantu hutang pada akun kerditur yang bersangkutan.
v  Kolom DEBET menunujukkan akun-akun yang harus didebet yaitu akun perlengkapan dengan satu kolom khusus. Untuk akun yang diperlukan untuk mencatat transaksi yang terjadi dan tidak mempunyai kolom khusus, misalnya transaksi pembelian peralatan secara kredit maka akun Peralatan ditulis dalam kolom serba serbi. Kolom referens pada kolom serba-serbi diisi dengan nomor akun, setealah data yang bersangkutan diposting ke buku besar.
v  Kolom KREDIT, tentu diisi dengan jumlah hutang yang terjadi akibat terjadinya transaksi yang yang bersangkutan.

Contoh Soal Jurnal Pembelian
Des   8     : Dibeli barang dagangan secara kredit dari UD Merdeka sebesar Rp 1.250.000,00 syarat 5/10, n/30
          18   : Dibeli barang dagangan secara kredit dari UD Merdeka sebesar Rp 1.300.000,00 syarat 5/10, n/30
          22   : Dibeli barang dagangan secara kredit dari toko Merpati sebesar Rp 1.500.000,00 syarat 5/10, n/40
          25   : Dibeli perlengkapan toko secara kredit daro toko Merpati sebesar Rp 30.000,00 syarat EOM
          29   : Dibeli peralatan toko secara kredit dari CV Merak sebesar Rp 50.000,00
          31   : Dibeli perlengkapan toko secara kredit dari toko Merpati sebesar Rp 50.000,00 syarat 15/EOM

TOKO JELITA
JURNAL PEMBELIAN

 

0 komentar:

Poskan Komentar